STUDY BANDING PENGELOLAAN SAMPAH “FROM TRASH TO CASH”

PURBALINGGA, BLH – Prinsip dasar pengelolaan sampah yang ramah lingkungan adalah harus diawali oleh perubahan cara kita memandang dan memperlakukan sampah. Paradigma pengelolaan sampah yang bertumpu pada pendekatan akhir sudah saatnya ditinggalkan dan diganti dengan paradigma baru pengelolaan sampah. Paradigma baru adalah memandang sampah sebagai sumber daya yang mempunyai nilai ekonomis dan dapat dimanfaatkan.

Dalam rangka mengoptimalkan pengelolaan sampah di Purbalingga, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Purbalingga bersama anggota Komisi IV DPRD Purbalingga, Kepala DPU, DPPKAD, serta Direktur Bank Sampah se-Purbalingga melaksanakan kegiatan kunjungan sekaligus study ke Kota Surabaya dan Malang.

Dipilihnya Kota Surabaya dan Malang karena daerah tersebut terkenal dengan pengolahan sampah yang baik. Surabaya sebagai salah satu kota metropolitan, mampu melaksanakan pengelolaan sampah organik maupun anorganik dengan sangat baik. Di Kota Malang, sampah dapat dipilah untuk diolah menjadi barang – barang yang berguna. Penduduk setempat mampu menjadikan sampah sebagai sumber penghasilan, karena dapat diproduksi menjadi benda bermanfaat yang memiliki nilai jual. Seperti, kerajinan tangan, pupuk, dan lain lain. Bahkan Bank Sampah Kota Malang mempunyai tagline “From Trash To Cash”.

Kunjungan yang diselenggarakan selama 2 hari pada Kamis-Jumat (22-23/10) ini dipimpin oleh Kepala DPU, Ir. Sigit Subroto, MT dan Sekretaris BLH Drs. Garbo Eko Handoyo, M.Si mengunjungi beberapa tempat di Surabaya dan Malang yang menjadi basis pengelolaan sampah di dua daerah tersebut, antara lain ke Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Surabaya, Rumah Kompos Bratang, Wonorejo Kompos Center, dan Super Depo Suterejo. Sedang di Kota Malang, rombongan mengunjungi Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Malang, dan Bank Sampah Malang.

Dalam penjelasannya, Garbo Eko Handoyo mengapresiasi program-program pengelolaan sampah yang telah dilaksanakan Kota Surabaya dan Malang. Penghargaan tertinggi Adipura Kencana menjadi bukti keseriusan Kota Surabaya dan Malang dalam mewujudkan Kota yang pro lingkungan.

Bank Sampah dan 3R

Kunjungan selama 2 hari juga diharapkan dapat memperkuat peranan Bank Sampah yang selama ini sudah berjalan di Kabupaten Purbalingga sebagai mitra pemerintah dalam pengelolaan sampah dan pemberdayaan masyarakat.

Tujuan dibangunnya bank sampah adalah strategi untuk membangun kepedulian masyarakat agar dapat ‘berkawan’ dengan sampah untuk mendapatkan manfaat ekonomi langsung dari sampah. Jadi, bank sampah tidak dapat berdiri sendiri melainkan harus diintegrasikan dengan gerakan 3R sehingga manfaat langsung yang dirasakan tidak hanya ekonomi, namun pembangunan lingkungan yang bersih, hijau dan sehat. (BLH/ac)

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *